SANANA-Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, melalui Dinas Ketahanan Pangan, telah berinovasi mengembangkan pengolahan potensi pangan lokal untuk dikonsumsi dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Dalam rangka peningkatan dan diversifikasi pangan, Dinas Ketahanan Pangan terus melakukan gerakan edukasi penganekaragaman pangan, berupa sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal sesuai potensi pangan lokal yang ada pada masing masing desa.

Diketahui, diversifikasi pangan atau penganekaragaman pangan adalah suatu usaha untuk mengajak masyarakat merubah variasi terhadap makanan pokok, agar tidak terfokus pada satu jenis makanan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketpang) Kepulauan Sula, Siti Hawa Marasabessy menyatakan, kegiatan semacam ini ditargetkan dilaksanakan di Desa-desa potensial yang memiliki bahan dasar pangan lokal. Selain bertujuan untuk memotivasi dan mengedukasi masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal, juga bertujuan untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Foto bersama UMKM Mawar Desa Waitulia dan Dinas Ketahanan Pangan. (Dokumentasi: Istimewa)

Siti Hawa menyebut, beberapa waktu lalu, pelatihan ini dilakukan di Desa Waigoiyofa, Desa Orifola, Desa Waitulia, dan Desa Mangoli dengan bahan baku ubi jalar (patatas) dan singkong (kasbi).

“Kegiatan pelatihan semacam ini, sejak tahun 2022 dengan inovasi tepung-tepung (tepung sagu dan tepung mocaf) berbahan baku sagu dan singkong,” ujarnya kepada awak media. Minggu, (17/11/2024).

Alhasil, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Mawar Desa Waitulia, Kecamatan Mangoli Tengah binaan Dinas Ketahanan Pangan, mampu memproduksi tepung sagu Sula.

“Saat ini kami telah berupaya untuk memfasilitasi uji mutu, sertifikasi BPOM dan sertifikasi halal, sehingga nantinya akan dipasarkan,” ujarnya.

Dari bahan dasar tepung sagu, lanjut Siti Hawa, dilakukan pelatihan olahan bakso ikan, fish cake, bola-bola tuna, dan aneka resep lainnya. Dengan olahan pangan lokal ini juga diharapkan masyarakat dapat mengkonsumsi makanan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).

Selain itu, dikatakan, kolaborasi tepung sagu dan ikan tuna yang dapat menghasilkan resep olahan menghantarkan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kepulauan Sula, dua kali berturut turut meraih juara 1 stand pameran dalam rangka evaluasi kinerja stunting d Provinsi Maluku Utara.

“Hal ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi melakukan diversifikasi pangan lokal di Kepulauan Sula. Harapan kami, selalu ada sinergitas program antar OPD lingkup Pemda Kepulauan Sula, sehingga dapat mewujudkan ketahanan pangan di Kepulauan Sula,” pungkasnya.

Penulis: Am Teapon