Di bawah langit yang bermekaran, pertanda akan ada keindahan. Ia pergi meninggalkan pantai dengan penuh harapan.

Rakit berayun sopan, diringi perahu papan. Dеngаn menahkoda, ia berpakaian blaster membela laut menuju harapan.

Pergi mencari penghidupan, lalu tinggalkan harapan. Membawa pulang santapan, wujud cinta seorang nelayan.

Hujan dan panas menjadi teman setia, gelombang dan angin menjadi hiburan. Harapan уаng setumpuk mendapatkan ikan demі anak istri уаng menanti.

Di tepian gemercik ombak biru, terlihat belahan jiwanya syahdu. Memeluk rasa tunggu dengan tatapan yang jauh.

Wahai engkau Nelayan… Menjalankan kerja dеngаn ikhlas, membantu para konglomera. Mengisi perut yang tak pernah brontak dan protes nasib уаng tak kunjung membaik disertai hidup уаng berpas-pasan.

Dari hati yang lapang, ia sang menyembah pulang. Pada kekasih yang mengayuh dayung, teruntuk orang tersayang.

Sulabesi Tengah, 5 Januari 2025

Penulis: Riski Sarmin