Aku beraksara pada senja dengan cakrawala, mengagumi keindahan jingga yang hanya sementara.

Masihkah aku membisu pada nestapa yang menjadi gundah gulana? Mengharapkan kisah-kisah terlantar yang tak tahu ujungnya ke mana.

Ternyata, sakit memang tak bisa didefinisikan pada arti kata, hanya melampiaskan kecewa pada bekas linangan air mata.

Kekasih, aku tak bermaksud mengibaratkanmu seperti senja, sebab aku tak ingin mencintai hanya untuk menambah siksa.

Pipimu dan senyummu yang biasa ku belai manja, kini hanya meninggalkan bekas cerita asmara.

Akhir tahun kali ini memang tak seperti biasanya. Meskipun semalam mengahdirkan cahaya, namun belum bisa mennyembuhkan luka. Semoga!

Sulabesi, 30 Desember 2024

Penulis: Am TeaponĀ