SANANA-Forum Organisasi Kemahasiswaan yang terdiri dari HMI Cabang Sanana, PMII Cabang Kepulauan Sula, dan IMM Cabang Kepulaun Sula, kini hadir sebagai mitra gagasan dan berkostribusi sebagai elemen pengontrol dari cita-cita besar Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, khususnya di Dinas Kesehatan.
Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan menyediakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas sebagai kewajiban negara melalui penyelenggaraan system kesehatan nasional.
Mempersiapkan segala hal, HMI, PMII, dan IMM mendorong di setiap institusi pelayanan kesehatan di Kepulauan Sula, salah satunya RSUD harus memenuhi standar Joint Commision International (JCI) sebagai sertifikasi kualitas pelayanan kesehatan yang mengedepankan manajemen keselamatan pasien dan manajemen lainnya.
Target dalam mentransformasikan fasilitas kesehatan, HMI, PMII, dan IMM meminta di setiap stakeholder kesehatan sebagai sasaran utamanya, yakni pelayanan yang mengutamakan keselamatan pasien sebagai prioritas, dan pelayanan mengedepankan attitude yang harmonis, serta fasilitas penunjang lainnya.
Manajemen transformasi yang harus dilakukan di setiap pelayanan kesehatan untuk dapat memenuhi harapan dalam mewujudkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan akuntabel.
Melalui kajian literatur tentang kualitas dalam pelayanan kesehatan di Kepulauan Sula serta keselamatan dan fasilitas sebagai salah satu dimensi dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, HMI, PMII, dan IMM mencoba mengulas tentang pelayanan kesehatan dalam konsep mutu dan keselamatan serta fasilitas yang terintegrasi.
Isu seputar pelayanan kesehatan secara global serta pengalaman beberapa institusi pelayanan kesehatan dalam upaya mencapai kualitas pelayanannya, dijadikan sebagai insight dalam membuka presfektif baru untuk perubahan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik.
HMI, PMII, dan IMM pun menegaskan, percepatan transformasi kesehatan butuh kolaborasi seluruh pihak, pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh komponen bangsa.
Berikut, poin-poin rekomendasi yang disampaikan HMI, PMII, dan IMM sebagai cita-cita Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, khusus di Dinas Kesehatan:
a. Mempercepat Rumah Sakit Umum Daerah Kepulauan Sula dari Tipe D ke Tipe C
b. Dinas Kesehatan harus melakukan penerapan untuk generasi Kepulauan Sula yang mempunyai kompoten dan cita-cita menjadi dokter. Dinas Kesehatan harus merekomendasi beasiswa bagi generasi Sula untuk melanjutkan kuliah kedokteran.
c. Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, perlu memastikan pemerataan distribusi para tenaga kesehatan di seluruh pelosok Kepulauan Sula, yang berbasis keadilan dan merata.
d. Pelayanan kesehatan dalam mengambil tindakan, pertama harus diutamakan pasien, baru melakukan pendataan pasien.
e. Dinas Kesehatan segara melakukan penindakan pembangunan RS Pratama Dofa, dibeberapa titik mengalami kerusakan dan segara membangun halaman dan pagar sesuai harapan serta memproses izin operasional.
f. Melayani Kesehatan dari hati.
g. HMI, PMII, dan IMM akan tetap mengawal apa yang menjadi poin-poin rekomendasi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah pada saat dikonfirmasi Minggu, (16/3/2025), mengapresiasi ketiga Organisasi yang turut andil dalam kolaborasi terkait sistem pelayanan kesehatan di Kepulauan Sula.
“Saya sangat apresiasi kegiatan kolaborasi seperti ini. Dan berharap bisa berkelanjutan, shingga ada perhatian khusus antara Pemerintah hal ini instansi tehnik, bersama teman-teman OKP untuk mengawal bersama kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Suryati pun menyentil pembangunan RSP (Rumah Sakit Pratama) FAM Dofa. Ia menyebut, pembanguna RSP FAM Dofa sudah selesai 100%, dan hasil audit BPK sudah selesai dilaksanakan.
“Sekarang RSP FAM Dofa sudah diaktifkan sambil menunggu proses visitasi dari propinsi untuk bisa mendapatkan izin operasional. RSP FAM Dofa sudah bisa melaksanakan pelayanan kesehatan terhadap masayarakat, dan targetnya insya Allah tahun ini semuanya sudah bisa berjalan,” pungkasnya.
Sekedar informasi, sebelumnya pada Jumat, (14/3/2025) kemarin, ketiga OKP telah melaksanakan Dialog Publik bersama Dinas Kesehatan dengan tema, “Pelayanan Tranformasi Kesehatan dalam Meningkatkan Penjaminan yang Terintegritas” yang berlangsung di Waimua Coffe Desa Falahu, Kecamatan Sanana.
Dialog itu, juga dihadiri oleh empat Narasumber:
1. Suryati Abdullah (Kadis Kesehatan)
2. Moh. Azwan Soamole (Komisi III DPRD Kepulauan Sula)
3. Sahrul Takim (Akademisi)
4. Samsul Fokaaya (Tenaga Kesehatan)
Penulis: Am Teapon








Tinggalkan Balasan