SANANA-Kehadiran Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin di Kepulauan Sula, tidak hanya dimaknai sebagai kunjungan serimonial peletakan batu pertama peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana belaka, tetapi sebagai barometer dalam merealisasikan visi-misi Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Fifian Adeningsi Mus bersama M. Saleh Marasabessy sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

Amatan media ini, sejak Menkes dan rombongan tiba di Bandar Udara Emalamo pada pukul: 08.00 WIT pagi tadi, belum langsung ke lokasi peletakan batu pertama pembangunan RSUD Sanana. Menkes dan rombongan didampingi Bupati Fifian dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, masih meyempatkan waktu untuk mengecek poliklinik, menjenguk pasien di ruangan, hingga menanyakan fasilitasi kesehatan dan tenaga dokter yang masih terbatas.

Tentunya, ini menjadi wajud nyata dan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab dengan adanya kedatangan Menkes RI dan rombongan, akan menunjang fasilitas pelayanan kesehatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kepulauan Sula yang lebih baik.

Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus dalam sambutannya mengatakan, pembangunan RSUD ini menjadi agenda prioritas utama, karena pentingnya akses Kesehatan yang mudah dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula.

“Dengan adanya Rumah Sakit ini, saya harapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan semakin dekat dan mudah dijangkau, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan kesehatan yang memadai,” ujar Bupati Fifian.

Menurutnya, pembangunan RSUD Sanana juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Daerah perempuan pertama di Maluku Utara ini mengajak kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tenaga kesehatan untuk bersama sama mendukung dan mensukseskan pembangunan RSUD Sanana. Selain itu, ia meminta Pemerintah Pusat dan Provinsi agar terus memberikan perhatian khusus untuk kemajuan Kepulauan Sula.

“Harapan kami, ke depannya lebih banyak lagi perhatian khusus yang diberikan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Maluku Utara untuk kemajuan Kepuluan Sula,” imbuhnya.

Sementara, Wakil Gubenur Maluku Utara, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula yang pada awal pemerintahan, telah melakukan sebuah lompatan yang luar biasa dengan menghadirkan sebuah rancangan rumah sakit daerah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah Kepulauan Sula.

“Untuk mewujudkannya, pembangunan infrastruktur kesehatan, peningkatan SDM tenaga medis, kesejahteraan tenaga medis profesional di daerah dan pelayanan akan terus menjadi perhatian kami,” katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Sarbin Sehe menyampaikan permohonan kepada Menteri, kiranya jika ada usulan pembanguan fasilitas Kesehatan yang disampaikan melalui Kepala Daerah dapat menjadi skala prioritas, sehingga harapan Presiden pada Asta cita empat dapat dilaksanakan dengan baik.

Menanggapi pernyataan tersebut, Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menawarkan beberapa solusi, mulai dari perencanaan master plan, perkuat Perbub dan Perda, kesediaan infrastruktur, serta pengembangan SDM tenaga medis putra-putri daerah.

“Kalau ada orang Sula yang sakit, tidak perlu dirujuk. Harus bisa sembuh di Sula, nggak usah bawa ke Ambon, nggak usah bawa ke Ternate, nggak usah bawah ke Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Harus bisa ditangani dan bisa sembuh di Sula. Penyebab kematian paling tinggi, yaitu struk, jantung, kanker, ginjal, dan ibu dan anak. Untuk itu, sesuai perintah Presiden Prabowo, semua alat kebutuhan kesehatan harus dilengkapi,” pungkasnya.

Penulis: Nai Am