SANANA-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), menggelar kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana kepada stakeholder dan mitra kerja. Kegiatan tersebut, berlangsung di ruang Soya Love Coffe, Desa Umaloya, Kecamatan Sanana. Rabu, (24/9/2025).

Kepala DPPKB Kepulauan Sula, Mardia Umasangadji menyatakan, Program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana merupakan salah satu program strategis pemerintah yang tidak hanya berbicara tentang pengendalian penduduk dan keluarga berencana, tetapi juga tentang bagaimana mewujudkan keluarga yang berkualitas, sejahtera, dan berdaya saing.

“Advokasi yang kita lakukan hari ini bertujuan untuk menyatukan persepsi, menguatkan komitmen, serta memperluas jejaring kerja sama antara pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh mitra yang ada, agar pelaksanaan program Bangga Kencana benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Mardia menyebutkan, dalam pelaksanaan advokasi Program Bangga Kencana, ada dua isu penting yang perlu diperhatikan. Pertama, isu Keluarga Berencana. Dan yang kedua, isu Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

Isu pertama, berkaitan dengan memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pelayanan KB yang mudah, murah, aman, dan sesuai kebutuhan. KB bukan sekadar menunda kelahiran, tetapi tentang merencanakan masa depan keluarga agar lebih sejahtera.

Sedangkan yang kedua, isu Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, berkaitan dengan penurunan stunting, yang saat ini menjadi perhatian nasional. Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, kesehatan reproduksi, dan kualitas lingkungan keluarga.

Menurutnya, keberhasilan program Bangga Kencana tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah. Akan tetapi, dibutuhkan dukungan, peran aktif, serta kolaborasi nyata dari seluruh stakeholders dan mitra kerja.

“Karena itu, kegiatan advokasi ini saya harapkan menjadi ruang diskusi dan komitmen bersama, agar kita mampu melahirkan inovasi dan langkah nyata di tingkat kecamatan maupun desa. Sebagai penutup, izinkan saya menyampaikan sebuah pesan: “Membangun keluarga berarti membangun masa depan. Jika keluarga kuat, maka bangsa pun akan kuat,”. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi kita semua,” tutupnya.

Penulis: Nai Am