SANANA-Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, akhirnya memberikan tanggapan terkait jembatan ambruk di Desa Bega, Kecamatan Sulabesi Tengah.
Diketahui, jembatan tersebut menjadi akses utama warga di empat Kecamatan, diantaranya Kecamatan Sulabesi Tengah, Kecamatan Sulabesi Timur, Kecamatan Sulabesi Selatan, dan Kecamatan Sulabesi Barat.
BPJN Maluku Utara Wilayah II Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5, Rian Sangadji sebagai Koordinator Lapangan saat diwawancarai mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi kepada Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, guna mengambil langkah pembuatan jembatan darurat sementara.
“Kami berkolaborasi bersama BPBD dalam pembuatan jembatan darurat sebagai langkah alternatif penanganan cepat untuk akses masyarakat. Jadi, penanganan sementara dari BPBD,” ungkap Rian saat diwawancarai. Selasa, (7/9/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan, BPBD melakukan penanganan pembuatan jembatan darurat. Sedangkan Balai sendiri, akan menangani pembuatan jembatan permanen atau jangka panjang.
“Kalau kami dari Balai sendiri, nanti kita ambil data awal dan survey kondisi jembatan, kemudian kita laporkan untuk membuat jembatan permanen. Jadi, kami dari Balai tangani pembuatan jangka panjang. Sedangkan BPBD melakukan penanganan pembuatan jembatan darurat,” pungkasnya.
Penulis: Nai Am







