SANANA-Dinas Ketahanan Pangan (Ketpang) Kepulauan Sula, menggelar Pangan Murah dalam rangka untuk menyongsong Word Ford Day pasa 16 Oktober 2025 mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di depan Benteng De Verwachting, Desa Mangon, Kecamatan Sanana tersebut, Dinas Ketpang berkolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Diskoperindag. Adapun jenis pangan yang dijual, diantaranya: gula, terigu, minyak goreng, buah, dan sayur. Jumat, (10/10/2025).

Kepala Dinas Ketpang, Siti Hawa Marasabessy menyatakan, hari pangan sedunia tahun 2025 juga menandai dengan peringatan 80 tahun berdirinya organisasi pangan dan pertanian (FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“World Food Day (Hari Pangan Sedunia) Tahun 2025 mengusung tema “Hand in Hand for Better Foods and a Better Future” yang artinya bergandengan tangan untuk pangan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, makna yang terkandung dalam tema hari pangan sedunia tahun 2025 ini adalah, bagaimana berkolaborasi dan bekerjasama untuk mengatasi tantangan pangan global serta menciptakan masa depan pangan yang lebih baik.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan guna mendorong kerjasama antar berbagai pihak untuk menciptakan sistem pangan lebih kuat mulai dari produsen hingga konsumen,” ujarnya.

Hawa mengajak semua pihak untuk kembali mengkonsumsi pangan lokalsehingga merubah mindset masyarakat bahwa “Kenyang Tidak Harus Nasi”.

Berikut, rangkaian kegiatan dalam menyambut hari pangan sedunia tahun 2025:

1. Melaksanakan Gerakan Pangan Murah selama 4 (empat) hari di 3 (tiga) Kecamatan yaitu, Kecamatan Sanana, Kecamatan Mangoli Tengah dan Kecamatan Mangoli Timur bekerjasama dengan Bulog Kancab Ternate, Dinas Koperindag, Dinas Pertanian dan para Petani.

2. Bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Sula melakukan Pembagian Bibit Cabai kepada Masyarakat.

3. Melaksanakan Bazar Olahan Pangan Lokal Kerjasama dengan Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Sula serta UMKM.

4. Pemberian paket bantuan pangan sebanyak 50 paket kepada keluarga anak stunting dan keluarga beresiko stunting.

5. Penyerahan Sertifikat Produk Prima-3 Kepada Petani Desa Waihama dan Desa Fogi atas nama Bapak Eko Widodo dan Bapak Kamarudin Kharie. Produk Prima 3 ini adalah Produk yang dinyatakan aman dengan level residu dibawah ambang batas melalui uji laboratorium bekerjasama dengan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah Provinsi Maluku Utara.

Penulis: Nai Am