SANANA-Pemerintah Daerah dan Polres Kepulauan Sula bersama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), melaksanakan rapat koordinasi terkait dengan mogoknya pelayanan PDAM lantaran adanya aksi protes karyawan yang meminta Direktur, Munir Banapon mundur dari jabatan. Atas insiden itu, akibatnya masyarakat dirugikan.

“Pada saat rapat koordinasi tadi, kami dari pihak perusahaan telah membuat kesepakatan untuk kembali mengaktifkan pelayanan,” ungkap Kabag Teknik PDAM, Sahadir Kaunar saat diwawancarai awak media di kantor PDAM Desa Fogi, Kecamatan Sanana. Kamis, (20/2/2025).

Sahadir mengucapkan banyak terima kepada Pemerintah Daerah, Polres Kepulauan Sula, dan berbagai pihak yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk mendengar keluhan pagawai PDAM dan mencari solusi secara  bersama.

“Untuk itu, kami dari pihak perusahaan pun meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Sanana atas mogoknya pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.

Tepisah, Plh. Sekretaris Daerah Kepulauan Sula, Bambang Fataruba kepada awak media mengaku, telah menerima keluhan yang disampaikan karyawan PDAM.

“Sambil menunggu Pimpinan dalam hal ini Ibu Bupati yang memiliki keputusan sepenuhya untuk mengevaluas kinerja Direktur atau dirumahkan sebagaimana tuntutan karyawan, kita mencari solusi untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jadi, meredam ini, sementara Direktur diminta jangan dulu berkantor. Kita semua perlu menahan diri sambil menunggu keputusan pimpinan,” imbuhnya.

Bambang mengimbau kepada masyarakat, khususnya pelanggan PDAM agar selalu membayar retribusi. “Karena itu bagian daripada pendapatan petugas, sehingga petugas akan melaksanakan pelayanan yang lebih maksimal,” ujarnya.

Salain itu, ia pun berharap kepada masyarakat untuk bersikap bijak agar semua masalah dapat diatasi dengan solusi yang baik.

“Saya berharap, kalau ada keluhan, jangan langsung emosi dan bertindak anarkis. Silahkan disampaikan kepada kami selaku Pemerintah Daerah, dan kami akan mencari solusi yang terbaik,” pungkasnya.

Penulis: Am Teapon