SANANA-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Sula, menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Verifikasi dan Validasi Data Peserta Didik, Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), dan Data Satuan Pendidikan Jenjang SD/SMP se-Kabupaten Kepulauan Sula Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, berlangsung di Aula Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana. Sabtu, (25/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula, Marini Nur Ali dalam sambutannya menyampaikan, Dapodik bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan jantung dari seluruh kebijakan pendidikan nasional dan daerah. Segala bentuk intervensi pemerintah, mulai dari penyaluran dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), tunjangan profesi guru, dan kesejahteraan PTK, pemberian bantuan sarana dan prasarana, hingga pemberian beasiswa bagi peserta didik.
“Semuanya berbasis pada data yang bapak/ibu input. Jika data kita salah atau tidak valid, maka yang rugi adalah sekolah kita, guru-guru kita, dan yang paling utama adalah anak-anak didik kita di Kepulauan Sula,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marini menyebutkan, kegiatan hari ini secara spesifik membahas verval peserta didik, verval PTK, dan verval satuan pendidikan.
Verval Peserta Didik: Pastikan setiap anak usia sekolah di Sula terdata dengan NISN yang valid agar mereka mendapatkan hak-haknya.
Verval PTK: Pastikan data guru kita mutakhir, agar tidak ada lagi kendala dalam proses sertifikasi maupun administrasi kepegawaian lainnya.
Verval Satuan Pendidikan: Pastikan profil sekolah, kondisi bangunan, dan fasilitas pendukung lainnya tergambar apa adanya agar kita bisa melakukan rehabilitasi sekolah yang tepat sasaran.
“Kepada para peserta Bimtek, khususnya para operator sekolah, kalian adalah ujung tombak. Saya tahu tugas ini berat dan membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, manfaatkan Bimtek ini untuk berdiskusi langsung dengan narasumber. Jangan biarkan ada keraguan dalam memahami sistem terbaru di tahun 2026 ini,” imbuhnya.
Selain itu, Marini pun memberikan ultimatum kepada seluruh kepala sekolah agar tidak memilih atau mengambil operator dari luar sekolah. Ia berharap, kepala sekolah dan operator dapat memahami tugas dan tanggung jawab yang diemban, sehingga data maupun tugas untuk pengembangan sekolah berjalan dengan baik tanpa ada masalah.
Penulis: Nai Am







