Reporter: Am Teapon

SANANA-Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sula, mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Waihama, Kecamatan Sanana melalui konferensi pers yang berlangsung di ruang Lobby Polres Kepulauan Sula, Desa Fatce, Kecamatan Sanana. Jumat, (21/8/2026).

Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Handres menjelaskan, perkara tersebut, bermula pada Minggu (16/8/2026) lalu, ketika pihak Kepolisian menerima informasi mengenai penemuan mayat di jalan setapak samping SD Inpres Waihama, Desa Waihama. Selanjutnya, personel kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Korban diketahui bernama Riswan Umasugi (53), seorang petani asal Desa Kawata, Kecamatan Mangoli Utara Timur. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, polisi menemukan adanya kejanggalan dalam kematian korban.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, kami menemukan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan. Para pelaku kemudian berupaya merekayasa tempat kejadian perkara seolah-olah korban meninggal akibat kecelakaan tunggal,” ujar Kapolres.

Dalam pengungkapan perkara, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, masing-masing diantarnya AT alias A, FG alias R, dan RH alias M yang merupakan salah satu terduga pelaku, FG alias R, masih berusia di bawah 18 tahun sehingga penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain mengamankan para terduga pelaku, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kunci mobil Toyota Avanza, kunci sepeda motor Honda, uang tunai sebesar Rp2.700.000, pakaian milik korban maupun yang berkaitan dengan perkara, serta barang bukti lainnya.

Kapolres Andres menegaskan, bahwa pengungkapan kasus yang digelar, bagian dari bentuk keseriusan Polres Kepulauan Sula dalam memberikan kepastian hukum serta mengungkap setiap tindak pidana secara profesional dan transparan. Ia pun memastikan proses penyidikan terhadap perkara tersebut, terus berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami akan terus melakukan pendalaman terhadap perkara ini untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak dapat terungkap secara jelas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” tutupnya.