SANANA-Pemerintah Kabupaten Kepualuan Sula, terus berupaya membuktikan keseriusan dalam menekan angka penurunan dan pencegahan prevalensi stunting di Kepulauan Sula hingga mencapai target 14% sesuai Nasional.
Kali ini, Dinas Pendidikan (Disdik) yang memiliki andil dan peran penting, yakni dengan merangkul Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai Strategi Penurunan Stunting Tahun 2025.
Kegiatan yang melibatkan Guru dan Kepala Sekolah PAUD se-Kepulauan Sula sebagai peserta selama dua hari tersebut, berlangsung di ruang Aula Istana Daerah, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana. Rabu, (7/5/2025).
Kegiatan ini pun dihadiri oleh dua Narasumber, Meidiawati, S.S,. M.Pd dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan Maluku Utara. Dan Wilsa Diesastuti Salin, S.Psi., M.Pd dari Balai Guru Penggerak Maluku Utara.

Kepala Dinas Pendidikan, Marini Nur Ali melalui Ketua Panitia PAUD HI, Arizal Buamona saat diwawancarai awak media memaparkan, kegiatan PAUD HI ini merupakan program Nasional yang kemudian Pemerintah Daerah bertanggung jawab untuk mewujudkan, dalam hal menyiapkan tenaga maupun fasilitas penunjang pelaksanaan PAUD HI, sebagaimana yang dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, dan Peraturan Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.
“Kegiatan ini, diharapkan terciptanya PAUD berkualitas untuk mengembangkan kebutuhan esensi anak berupa pendidikan dan perlindungan anak. Selain itu, anak juga mendapat pelayanan kesehatan dan gizi secara terintegratif holistik,” jelasnya.
Arizal menyebut, ada dua metode dalam pelaksanaan PUAD HI. Metode pertama, dilaksanakan di sekolah. Di mana, anak mendapat pendidikan pembelajaran berkualitas, sekaligus pelayanan kesehatan di sekolah. Metode kedua, anak mendapat pelayanan pendidikan dan kesehatan secara terpisah di Posyandu.
“Jadi, kegiatan ini adalah kolaborasi antara Dinas terkait, terutama Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Dukcapil. Sehingga bisa mendeteksi anak yang berusia dini, sudah mendapat pelayanan terkait pengembangan anak usia dini oleh Dinas Pendidikan maupun Kesehatan,” ujarnya.
Menurut Arizal, terwujudnya PAUD berkuakitas sebagai langkah strategis penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Sula, ada 8 indikator PAUD HI, sebagai berikut:
1. Kelas orang tua
2. Pencatatan data tumbuh kembang anak
3. Pemantauan tumbuh kembang anak
4. Berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan kesehatan
5. Satuan menerapkan PBHS
6. Kepemilikan fasilitas sanitasi dan air bersih
7. Memberikan makanan tambahan dan/ atau makan bergizi
8. Memiliki informasi NIK Peserta didik
“Untuk itu, harapan kami dengan adanya PAUD HI ini adalah bagaimana Dinas Pendidikan mampu mewujudkan program Nasional maupun program Pemerintah Daerah, yakni Sula Bahagia di Bidang Pandidikan,” pungkasnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah, Muhlis Soamole dalam sambutanya pada saat membuka kegiatan, mengajak seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam penanganan stunting, agar kebutuhan esensial anak usia dini, seperti gizi, kesehatan, stimulasi, dan kasih sayang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan dapat terpenuhi dengan layak.
“Kami atas nama Pemerintah Daerah sangat mendukung penuh program penyelenggaraan PAUD HI. Karena ini merupakan kunci dalam upaya penurunan stunting, di mana PAUD HI memberikan layanan holistik dan terintegrasi yang mencakup gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. Untuk itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan stunting,” tutupnya.
Penulis: Nai Am















Tinggalkan Balasan