SANANA-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, menyambut baik kedatangan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 saat bersandar di dermaga pelabuhan regional Sanana. Sabtu, (23/5/2026).

Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara, yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut ini, merupakan ekspedisi tahunan dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar (clean money policy) di wilayah-wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), termasuk di antaranya Pulau Sanana, Kepulauan Sula.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabub) Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy memberikan apresiasi  dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kepulauan Sula, sangat menyambut baik dan mengapresiasi langkah nyata Bank Indonesia serta TNI Angkatan Laut melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini. Kehadiran uang rupiah dengan kondisi yang baik di wilayah kepulauan bukan sekadar alat transaksi, melainkan simbol kedaulatan bangsa. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat kita di Sanana dalam menggerakkan roda perekonomian lokal secara lebih nyaman dan aman,” ungkap Saleh.

Diketahui, pelaksanaan ERB 2026 di Provinsi Maluku Utara dijadwalkan berlangsung dari tanggal 19 hingga 25 Mei 2026. Selain menyasar Pulau Sanana, armada ekspedisi ini juga bergerak menjangkau sejumlah pulau strategis lainnya seperti Pulau Morotai, Pulau Batangdua, Pulau Taliabu, dan Pulau Obi.

Melalui kolaborasi lintas instansi yang solid ini, diharapkan tantangan geografis dalam distribusi mata uang dapat teratasi, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme, dan ketahanan ekonomi masyarakat di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penulis: Nai Am